KALIMANTAN TENGAH — Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut Rp361 triliun dalam sepekan menjadi Rp10.905 triliun, seiring Indeks Harga Saham Gabungan ambles 3,09% ke level 6.241,892 pada periode 21-25 September 2026. Penurunan indeks diikuti lesunya aktivitas transaksi harian yang turun lebih dari seperlima dibanding pekan sebelumnya.
Data PT Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG ditutup di 6.241,892, turun dari posisi 6.441,159 pada pekan sebelumnya. Pelemahan ini menempatkan kapitalisasi pasar BEI di Rp10.905 triliun, berkurang 3,20% dari Rp11.266 triliun.
Selain tekanan pada indeks dan kapitalisasi pasar, aktivitas perdagangan investor juga melambat tajam. Rata-rata nilai transaksi harian BEI tercatat Rp11,98 triliun, turun 21,32% dari Rp15,22 triliun pada pekan sebelumnya.
Frekuensi transaksi harian juga menyusut 3,95% menjadi 1,82 juta kali dari 1,89 juta kali. Penurunan ini menandakan investor cenderung menahan posisi di tengah ketidakpastian pasar.
Pelemahan IHSG sepanjang periode 21-25 September 2026 mencerminkan tekanan jual yang merata di pasar saham. Penyusutan kapitalisasi pasar sekitar Rp361 triliun dalam sepekan menjadi indikasi bahwa koreksi tidak hanya terjadi pada saham-saham tertentu, tetapi berdampak luas pada nilai pasar seluruh emiten tercatat.
Penurunan nilai transaksi harian yang mencapai 21,32% menunjukkan minat investor untuk masuk ke pasar sedang menurun. Kondisi ini biasanya diikuti oleh sikap wait and see pelaku pasar menunggu sentimen baru, baik dari dalam maupun luar negeri.
Bagi investor yang masih memegang saham, koreksi sepekan ini menggerus nilai portofolio secara signifikan. Sementara bagi pelaku pasar, lesunya transaksi harian berdampak pada pendapatan fee transaksi sekuritas dan likuiditas perdagangan.
Data BEI menunjukkan pelemahan terjadi secara konsisten sepanjang pekan, dengan kapitalisasi pasar yang tergerus Rp361 triliun. Angka ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menilai arah pasar pada periode berikutnya.