50 KK Korban Abrasi Sungai Manuhing Terima Rumah Baru, Bupati Gunung Mas Sebut Perjuangan Sejak 2017

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:28:02 WIB
Bupati Gunung Mas Jaya S Monong meletakkan batu pertama pembangunan 50 unit Rumah Khusus di Tumbang Sepan, Selasa.

Sebanyak 50 kepala keluarga korban abrasi Sungai Manuhing di Desa Tumbang Sepan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, akan segera menempati rumah baru melalui program Rumah Khusus Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Bupati Gunung Mas Jaya S Monong meletakkan batu pertama pembangunan di Tumbang Sepan, Selasa, menandai realisasi usulan yang diajukan Pemkab sejak 2017. Pembangunan dikerjakan BP3KP Kalimantan dengan PT Awan Mitra Aditya sebagai kontraktor pelaksana.

KUALA KURUN — Abrasi Sungai Manuhing selama bertahun-tahun merusak rumah warga di pinggiran sungai, bahkan sejumlah bangunan hanyut terbawa arus. Warga yang kehilangan tempat tinggal aman akhirnya mendapat kepastian melalui program Rumah Khusus dari pemerintah pusat.

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong menyebut pembangunan yang dimulai Selasa bukan proses instan. Menurutnya, Pemkab Gumas telah mengajukan proposal usulan pembangunan Rumah Khusus kepada Pemerintah Pusat sejak 2017.

"Sejak 2017, Pemkab Gumas telah secara intensif mengajukan proposal usulan pembangunan Rumah Khusus kepada Pemerintah Pusat. Puji Tuhan, pada tahun 2026 ini aspirasi masyarakat resmi direalisasikan," ungkap Jaya saat groundbreaking di Tumbang Sepan.

Dari Rumah Hanyut ke Perjuangan Tujuh Tahun

Usulan itu berangkat dari kondisi nyata warga. Sejumlah rumah di tepi Sungai Manuhing rusak berat akibat abrasi, sebagian hilang terbawa arus. Warga kehilangan hunian yang layak dan aman.

Jaya menegaskan pembangunan Rumah Khusus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons bencana yang dialami warga. Prosesnya panjang, tetapi akhirnya tuntas juga.

227 Unit Bantuan Bedah Rumah Disiapkan Tahun Ini

Selain Rumah Khusus, Kabupaten Gunung Mas menerima bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Alokasi tahun ini mencapai 227 unit yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten.

Jaya meminta tim perumahan daerah bergerak lebih cepat dan responsif menyusun data teknis serta proposal usulan program strategis. Permintaan itu berlaku untuk pengajuan ke pemerintah pusat maupun provinsi, termasuk penanganan kawasan permukiman kumuh.

BP3KP Kalimantan Garap 50 Unit, Listrik PLN Menyusul

Pembangunan 50 unit Rumah Khusus dikerjakan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan. PT Awan Mitra Aditya bertindak sebagai kontraktor pelaksana.

Kepada kontraktor pelaksana, konsultan supervisi, dan konsultan perencana, Jaya meminta pekerjaan dilakukan dengan kualitas terbaik. Bangunan harus tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran karena menjadi harapan baru penerima manfaat.

Pemkab Gumas juga menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) ULP Palangka Raya Barat. Berkat sinergi, jaringan listrik kini terpasang dan dinikmati masyarakat Tumbang Sepan serta Desa Bereng Balawan, Kecamatan Manuhing.

"Kehadiran listrik PLN tentu menjadi babak baru dalam mendorong roda perekonomian, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan warga di wilayah pelosok," demikian Jaya.

Jaya mengajak warga penerima manfaat dan masyarakat Desa Tumbang Sepan mendukung kelancaran pembangunan. Setelah rumah selesai dibangun, warga diminta ikut menjaga bangunan bersama-sama.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top