KALIMANTAN TENGAH — PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bersiap menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp4,12 triliun dalam dua seri, dengan kupon tertinggi 10 persen per tahun untuk tenor tiga tahun. Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan V perseroan yang menargetkan penghimpunan dana hingga Rp15 triliun.
Berdasarkan prospektus terbaru yang dikutip Minggu (4/10/2026), emiten tambang tembaga dan emas ini membagi obligasi ke dalam dua seri. Seri A memiliki nilai emisi Rp1,81 triliun dengan tenor 367 hari kalender dan bunga tetap 8,25 persen. Seri B menawarkan nilai pokok Rp2,31 triliun dengan tenor tiga tahun dan bunga tetap 10 persen.
Perbedaan tenor dan kupon mencerminkan strategi perseroan menjangkau dua segmen investor sekaligus. Seri A menyasar investor yang menginginkan imbal hasil stabil dalam jangka pendek, sementara Seri B ditujukan bagi pemegang obligasi yang mengejar yield lebih tinggi dengan komitmen waktu lebih panjang.
MDKA menetapkan pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap triwulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 20 Januari 2027.
"Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 20 Januari 2027," kata MDKA dalam prospektus.
Skema pembayaran triwulanan ini memberi arus kas rutin bagi investor, terutama untuk Seri B yang memiliki tenor lebih panjang. Bagi perseroan, jadwal tersebut juga memberi ruang perencanaan likuiditas yang lebih terukur.
Penerbitan obligasi kali ini menambah daftar surat utang yang telah diterbitkan MDKA dalam kerangka Penawaran Umum Berkelanjutan V. Sejauh ini, perseroan telah menerbitkan obligasi sebesar Rp6,1 triliun, di luar rencana penerbitan pada Oktober kali ini.
Dengan tambahan Rp4,12 triliun, total obligasi yang diterbitkan MDKA dalam program ini akan mendekati dua pertiga dari target Rp15 triliun. Sisa ruang penerbitan masih tersedia jika perseroan membutuhkan pendanaan tambahan di tahap berikutnya.
Kupon Seri B sebesar 10 persen tergolong menarik di tengah lingkungan suku bunga yang masih kompetitif. Bagi investor pendapatan tetap, instrumen ini menawarkan yield di atas rata-rata surat utang korporasi dengan peringkat serupa.
Dari sisi pemegang saham, penerbitan obligasi menjadi alternatif pendanaan yang tidak mengencerkan kepemilikan. Dana hasil emisi umumnya dipakai untuk belanja modal, refinancing, atau memperkuat struktur keuangan perseroan.
Yang perlu dicermati investor adalah kemampuan MDKA menjaga rasio utang dan arus kas operasi, terutama karena harga komoditas tembaga dan emas menjadi faktor penentu pendapatan perseroan. Perubahan harga logam global akan berdampak langsung pada kapasitas bayar kupon dan pokok obligasi.