SERUYAN — Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo berdialog langsung dengan Nisa, ibu Lilis, dan mengetahui bahwa putrinya telah lulus SMP sejak 2025 namun belum bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya. Reza menyatakan data Lilis akan ditindaklanjuti agar bisa segera kembali bersekolah.
Dalam pertemuan itu, Reza juga menyerahkan bantuan uang tunai dari Gubernur Kalteng kepada Lilis untuk membeli keperluan sekolah, seperti seragam, sepatu, tas, dan buku.
Pada kesempatan yang sama, Reza memperkenalkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada warga yang hadir. Ia menjelaskan bahwa kartu tersebut memberi manfaat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga penerima yang melanjutkan ke jenjang SMA, SMK, dan SKH.
"Yang punya Kartu Huma Betang ini, semua murid SMA sederajat yang orang tuanya punya kartu ini, sekolahnya tidak ada dipungut biaya apa pun untuk SMA sederajat," jelas Reza.
Dukungan pendidikan itu tidak berhenti pada pembebasan biaya sekolah. Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran juga memberikan bantuan perlengkapan pendidikan bagi penerima yang memenuhi ketentuan.
"Ada bantuan seragam gratis dari Bapak Gubernur. Seragam itu bukan cuma baju seragam saja, tapi sampai sepatu juga ada. Ada alat tulis juga," ungkap Reza.
Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menegaskan bahwa KHBS untuk sektor pendidikan menyasar jenjang yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Yang masuk di dalam jaminan itu SMA sederajat, yaitu SMA, SMK, dan SKH. Bukan dari TK, SD, SMP, karena SD dan SMP menjadi tanggung jawab kabupaten/kota," jelasnya.
Linae menambahkan, pemegang KHBS memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan. Ia juga mengingatkan warga yang merasa memenuhi kriteria namun belum memiliki kartu tersebut agar tidak ragu mendaftar.
"Bagi yang belum mempunyai KHBS tapi merasa berhak, silakan nanti untuk mendaftar. Akan dibantu, sekolahnya gratis, dapat bantuan seragam, dapat bantuan sepatu," katanya.
Ia menekankan bahwa bantuan tersebut harus diikuti dengan dukungan orang tua agar anak dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Nisa mengaku sempat kebingungan ketika Lilis lulus SMP tetapi tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah. Bantuan yang diterima keluarganya menjadi harapan baru.
"Kemarin ketika lulus, mau sekolah, tapi enggak ada biayanya. Saya terima kasih sama Pak Gubernur atas bantuan kepada anak saya untuk sekolah," ungkap Nisa.
Nisa juga menyampaikan rasa bangganya kepada Gubernur Kalteng atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat.
"Semoga Pak Gubernur sehat selalu, membantu rakyat yang kecil. Anak saya akhirnya bisa sekolah. Kami bangga sama Pak Gubernur. Semoga Bapak diberikan kesehatan dan panjang umur sekeluarga," tuturnya.
Lilis mengaku ingin melanjutkan pendidikan di SMK Negeri Hanau. Ia menyampaikan terima kasih setelah mendapat kepastian bahwa dirinya kembali memperoleh kesempatan bersekolah.
"Saya pengen sekolah di SMKN Hanau. Makasih untuk Pak Gubernur sudah mau biayain sekolah saya. Terima kasih sudah membuat saya bisa lanjut sekolah," kata Lilis.
Lilis diketahui telah lulus SMP pada 2025. Apabila sejak saat itu langsung melanjutkan pendidikan, saat ini dirinya seharusnya sudah memasuki kelas XI.
"Kalau dari lulus SMP langsung nyambung sekolah mungkin sekarang sudah kelas 2 SMK," ujar Lilis.
Kisah Lilis menjadi gambaran bagaimana Kartu Huma Betang Sejahtera diharapkan mampu membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Pemprov Kalteng memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.