PALANGKA RAYA — Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, menyatakan bantuan pemerintah pusat untuk penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya belum juga turun. Pemerintah daerah sudah mengajukan permohonan, tetapi realisasi anggaran belum diterima.
Menurut Hatir, keterlambatan bantuan tidak menjadi persoalan selama masih bisa direalisasikan. Ia menekankan dampak kabut asap bersifat jangka panjang dan tidak selesai dalam hitungan hari.
"Kalau memang terlambat, tapi masih bisa, tidak masalah sebenarnya. Artinya dampak dari asap ini bukan dampaknya satu dua hari ini, dampaknya panjang," katanya, Kamis.
Hatir menyoroti sektor pertanian sebagai salah satu yang paling terpukul. Petani sayuran di sekitar Palangka Raya mengalami gagal panen karena minimnya penyinaran matahari selama kabut asap berlangsung.
"Dampak lain adalah petani sekarang di sekitar Kota Palangka Raya. Yang nanam sayur gagal karena tidak ada penyinaran matahari. Pemerintah juga perlu buka mata, coba lihat petani-petani kita ke pinggiran," ujarnya.
Gangguan produksi itu berpotensi menekan pasokan pangan dan mendorong kenaikan harga. Hatir mencontohkan harga cabai dan sejumlah jenis sayuran yang mulai naik di pasaran.
Di sektor transportasi udara, sejumlah penerbangan mengalami penundaan hingga harus kembali atau dialihkan ke bandara lain. Hatir menyebut kondisi ini menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
"Penerbangan-penerbangan yang kita alami ini tertunda-tunda, harus balik ke Balikpapan, harus balik ke Banjarmasin. Ini sudah menimbulkan dampak ekonomi yang luar biasa," jelasnya.
Kualitas udara yang memburuk juga memaksa aktivitas pendidikan terganggu. Pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan peserta didik dialihkan belajar dari rumah.
Hatir menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci percepatan penanganan. DPRD menyatakan siap membantu mendorong komunikasi agar kebutuhan daerah mendapat perhatian.
"Kalau pemerintah membuka komunikasi, kita bisa kerjakan bersama," ucapnya.
Ia berharap bantuan yang nantinya datang tetap bermanfaat bagi warga yang terdampak. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana bantuan itu benar-benar hadir di Palangka Raya.
"Kalau pun nanti datang bantuan pemerintah, ini masih berguna. Tinggal pemerintah bagaimana supaya bantuan ini benar-benar hadir di sini," pungkas Hatir.