Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, melatih 70 warga Kecamatan Murung sebagai Masyarakat Peduli Api guna mengawasi wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan digelar di Puruk Cahu karena luas kabupaten mencapai 23.700 kilometer persegi dengan jumlah penduduk relatif sedikit. Bupati Heriyus juga mengumumkan bonus pribadi Rp 10 juta bagi siapa pun yang menemukan dan melaporkan pelaku pembakaran lahan secara sengaja.
PURUK CAHU — Bupati Murung Raya Heriyus membuka pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Murung yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, serta unsur masyarakat setempat. Pelatihan menyasar 70 peserta dari unsur desa, kelurahan, dan kecamatan.
Materi dalam ruangan berlangsung satu hari, dilanjutkan praktik lapangan bersama kepolisian, TNI, dan Dinas Pemadam Kebakaran. Peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis pemadaman api, tetapi juga menerima atribut serta dukungan logistik operasional sebagai relawan.
Kabupaten Murung Raya telah berstatus darurat karhutla sejak 19 September 2026 hingga saat ini. Penetapan dilakukan karena cuaca dan kekeringan dinilai semakin parah.
Seiring kondisi itu, aturan yang sebelumnya memperbolehkan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam skala terbatas untuk sementara dicabut. Heriyus menyatakan kebijakan itu diambil untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan di tengah cuaca ekstrem.
"Keputusan ini diambil demi mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan di tengah cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah kita saat ini," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen menekan kasus karhutla, Bupati mengumumkan bonus pribadi sebesar Rp 10 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan dan melaporkan pelaku pembakaran lahan secara sengaja.
"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan menjaga lingkungan sekitar dari ancaman kebakaran," kata Heriyus.
Pemerintah daerah juga mengimbau alokasi dana desa dimanfaatkan optimal untuk penanggulangan bencana, termasuk kesiapan peralatan pemadam kebakaran di setiap desa. Heriyus meminta para kepala desa menyebarluaskan ilmu dari pelatihan kepada warga di desa masing-masing.
Camat Murung Ivan Sugita menjelaskan pelatihan dilatarbelakangi kondisi cuaca di Kalimantan Tengah, khususnya Murung Raya, yang saat ini cukup pekat oleh asap akibat karhutla dan diperparah musim kemarau.
"Pemerintah daerah melalui BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan instansi terkait terus bersinergi memberikan dukungan penuh dalam penanggulangan karhutla guna mencegah krisis multidimensional, termasuk ancaman krisis air bersih dan gangguan sektor pendidikan serta ekonomi," ungkap Ivan.
Ivan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan mulai dari tingkat pemerintah desa, kelurahan, hingga masyarakat agar tidak menunggu instruksi dari kabupaten untuk bertindak. Pihak kecamatan mendorong seluruh desa mengalokasikan 3 persen dari Dana Desa guna mendukung penanganan karhutla, termasuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang.
"Pihak kecamatan berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat dapat semakin diperkuat demi meminimalisasi dampak buruk karhutla di masa mendatang," demikian Ivan.