Pencarian

24 September 1991, Hari Ketika Nirvana dan A Tribe Called Quest Rilis Album Klasik

Kamis, 24 September 2026 • 21:52:01 WIB
24 September 1991, Hari Ketika Nirvana dan A Tribe Called Quest Rilis Album Klasik
Nirvana dan A Tribe Called Quest termasuk empat album yang rilis serentak pada 24 September 1991.

KALIMANTAN TENGAH — Nirvana, A Tribe Called Quest, Red Hot Chili Peppers, dan Pixies sama-sama merilis album pada 24 September 1991. Empat album itu kini diakui sebagai karya klasik yang mengubah arah musik pop dekade berikutnya. Perubahan besar itu terjadi dalam hitungan minggu, bukan bertahun-tahun.

Nirvana merilis Nevermind pada hari yang sama dengan Blood Sugar Sex Magik milik Red Hot Chili Peppers, The Low End Theory dari A Tribe Called Quest, dan Trompe Le Monde milik Pixies. Keempatnya langsung jadi fenomena, sesuatu yang di luar perkiraan industri musik saat itu. Dalam waktu kurang dari sebulan, lanskap musik pop sudah terasa berbeda sepenuhnya.

Mengapa Industri Musik Sedang Menunggu Perubahan

Ada alasan simbolis mengapa musik saat itu memang telat berevolusi. Ambil contoh grup pop terbesar tahun itu, C&C Music Factory. Beberapa pekan sebelum 24 September, tepatnya 23 Agustus, mereka tampil dalam Club MTV Tour di Tucson bersama Color Me Badd, Gerardo, dan Bell Biv DeVoe.

Di tengah pertunjukan, rapper C&C, Freedom Williams, pingsan dan jatuh tertelungkup di atas panggung. Penonton menyaksikannya langsung. Penjelasan resmi yang beredar seperti biasa: dehidrasi dan kelelahan.

Yang bikin situasi makin canggung, suara Freedom tetap menggelegar dari speaker saat dia tergeletak tak sadarkan diri. Ini mimpi buruk setiap pelaku lip-sync. Momen itu jadi semacam nisan bagi era gemerlap pop dekade sebelumnya, lengkap dengan segala hype dan artifisialnya.

Empat Album yang Mengubah Segalanya

Penonton musik sudah tidak mau menerima yang begitu-begitu saja. Permintaan pasar berubah cepat, dan keempat album yang rilis 24 September itu datang tepat waktu. Mereka membungkus rapi segala hal yang aman, terprediksi, dan membosankan.

Kalau soal taruhan, sebenarnya tidak ada yang menduga para rebel ini bakal besar. Nama yang paling diunggulkan saat itu justru Bryan Adams dengan Waking Up The Neighbors, yang memuat hit musim panas "(Everything) I Do It For You". Album itu memang layak, tapi bukan jenis karya yang masih dibicarakan 35 tahun kemudian.

Musim gugur 1991 jadi momen luar biasa karena perubahan terjadi dari minggu ke minggu. Era SoundScan baru dimulai, memaksa tangga lagu mencerminkan apa yang benar-benar dibeli orang. Album country, rap, dan metal mulai debut di sepuluh besar untuk pertama kalinya. Bahkan Rush debut di posisi tiga pada September itu lewat Roll the Bones.

Perry Farrell memulai tur Lollapalooza pada musim panas tahun itu, membuktikan ada audiens muda yang lapar akan aksi seperti Nine Inch Nails, Rage Against The Machine, dan Jane's Addiction.

Panggung MTV dan Kemunculan Grunge

September 1991 juga menghadirkan salah satu MTV Video Music Awards terbaik dalam sejarah. R.E.M. menyapu hampir semua penghargaan lewat "Losing My Religion", semacam estafet antargenerasi. Prince tampil memukau dengan lagu "Gett Off".

Tapi malam itu dicuri oleh pembuka kejutan: Pee Wee Herman, hanya beberapa pekan setelah kasusnya di gedung bioskop dewasa. Ia membuka acara dengan bertanya, "Heard any good jokes lately?" Setelah mendapat standing ovation, ia menjawab, "So funny I forgot to laugh!"

Nirvana menghantam momen ini seperti manna yang jatuh di padang gurun. Tiga anak muda Seattle itu jadi segala yang dicari generasi baru. "Smells Like Teen Spirit" meledak di radio dan MTV, dengan lengkingan Kurt Cobain dan riff air-guitar yang sederhana tapi menular. Berkat SoundScan, tidak ada yang bisa mengabaikan berapa banyak anak mal yang membelinya di toko dengan uang sungguhan.

Tiba-tiba 1991 jadi era grunge, dipimpin tiga hit yang rilis dalam beberapa pekan berdekatan: Ten milik Pearl Jam pada 27 Agustus, Badmotorfinger dari Soundgarden pada 8 Oktober, dan Nirvana di antaranya. Seperti yang pernah dinyatakan Sonic Youth, inilah The Year Punk Broke.

Debut Nevermind dan Akhir Era Hair Metal

Nevermind memulai debutnya dengan modest di tangga lagu pekan itu, di posisi 144, hanya empat peringkat di belakang Cherry Pie milik Warrant yang sudah setahun beredar. Bukti bahwa dewa ironi rock and roll punya selera humor yang gelap.

Itu jadi pekan terakhir dalam sejarah ketika lebih banyak pembeli memilih Warrant daripada Nirvana. Semua klon hair metal tersapu dalam semalam. Rasanya menyenangkan bisa mosh di atas kuburan band-band yang suaranya begitu seragam.

Pada pekan pertama, Nevermind masih dikelilingi nama-nama khas tangga lagu 1991 seperti The Judds, Phil Collins, Ziggy Marley, Sting, dan soundtrack Pretty Woman. Beberapa pekan kemudian, Nevermind sudah ada di posisi satu. Ini tidak seharusnya terjadi.

Perubahan yang dimulai pada 24 September 1991 itu bukan sekadar soal empat album. Ia menandai titik ketika selera pasar, teknologi pemetaan penjualan, dan generasi baru pendengar bertemu di satu waktu yang tepat, dan industri musik tidak pernah kembali ke bentuk sebelumnya.

Follow www.kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rollingstone.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks