Pencarian

Google Uji Chip AI TPU di Orbit Lewat Project Suncatcher

Jumat, 25 September 2026 • 11:53:01 WIB
Google Uji Chip AI TPU di Orbit Lewat Project Suncatcher
Satelit purwarupa Project Suncatcher milik Google dijadwalkan meluncur pekan depan untuk menguji chip AI TPU di orbit rendah Bumi.

KALIMANTAN TENGAH — Google dijadwalkan meluncurkan satelit purwarupa Project Suncatcher pekan depan untuk menguji chip AI Tensor Processing Unit (TPU) di orbit rendah Bumi. Satelit itu menumpang peluncuran Transporter-18 milik SpaceX bersama muatan satelit lain, termasuk milik Planet Labs. Eksperimen ini menjadi langkah awal Google membangun infrastruktur komputasi AI di luar angkasa.

Misi perdana Project Suncatcher dirancang untuk mengumpulkan data selama berada di orbit dan mengidentifikasi potensi titik kegagalan perangkat keras, bukan untuk langsung mengoperasikan pusat data berbasis luar angkasa. Google menyatakan pengujian langsung di orbit tetap diperlukan untuk memahami kinerja TPU dalam kondisi lingkungan yang sebenarnya.

Sebelumnya, Google sudah menguji TPU saat menjalankan beban kerja AI di fasilitas University of California, Davis. Namun, pengujian di laboratorium tidak bisa mereplikasi getaran peluncuran, radiasi, dan suhu ekstrem yang akan dihadapi chip di orbit rendah Bumi (LEO).

Apa Itu Project Suncatcher

Google pertama kali mengumumkan Project Suncatcher pada November 2025. Menurut perusahaan, proyek ini adalah riset jangka panjang yang mengeksplorasi potensi luar angkasa sebagai tempat bagi infrastruktur machine learning atau AI yang dapat dikembangkan secara fleksibel.

Satelit di orbit rendah Bumi dapat memperoleh paparan sinar Matahari yang hampir terus-menerus dan menghasilkan energi surya hingga delapan kali lebih banyak dibanding sistem di Bumi. Pada akhirnya, sejumlah konstelasi satelit dapat dihubungkan satu sama lain agar mampu menangani beban kerja AI yang lebih besar langsung dari orbit.

Google mengungkap salah satu tujuan proyek ini adalah memastikan manfaat AI dapat dirasakan oleh semua orang. Paparan sinar Matahari di orbit diproyeksikan menjadi sumber energi komputasi AI yang haus daya, sekaligus mengatasi keterbatasan pasokan listrik di darat.

Tantangan Teknis: Radiasi dan Pendinginan Chip

Radiasi luar angkasa menjadi salah satu tantangan utama karena dapat mengganggu perangkat elektronik dan menyebabkan kesalahan data, termasuk fenomena yang dikenal sebagai bit flip. Kondisi ini berpotensi merusak integritas hasil komputasi yang dijalankan TPU.

Masalah lainnya adalah bagaimana mendinginkan chip. Sistem pendingin berbasis aliran udara tidak dapat bekerja di ruang hampa, sehingga Google menggunakan kombinasi pipa penghantar panas dan radiator untuk membuang panas dari TPU.

Jadwal dan Rencana Lanjutan

Satelit purwarupa Project Suncatcher menumpang peluncuran Transporter-18 milik SpaceX bersama muatan satelit lain, termasuk milik Planet Labs. Google menargetkan peluncuran dua satelit berikutnya pada 2027 untuk menguji koneksi laser berkecepatan tinggi yang dibutuhkan untuk menghubungkan kluster komputasi di masa depan.

Sejumlah pakar menilai konsep pusat data orbital masih membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum siap secara komersial. Tantangan utamanya adalah tingginya biaya peluncuran, kendala teknis rekayasa, serta terbatasnya kapasitas produksi satelit.

Perlombaan Data Center Luar Angkasa

Konsep pusat data orbital mendapat perhatian raksasa teknologi seiring meningkatnya permintaan listrik dan air untuk mendinginkan server di Bumi. Elon Musk dan Jeff Bezos sebelumnya juga berambisi membangun pusat data AI di luar angkasa.

Perusahaan antariksa milik Bezos, Blue Origin, dilaporkan tengah mengembangkan teknologi untuk membangun pusat data AI di luar angkasa. Sementara itu, SpaceX berencana menggunakan versi yang ditingkatkan dari satelit Starlink-nya untuk menampung muatan komputasi kecerdasan buatan.

Teknologi ini diusulkan sebagai bagian dari penawaran saham yang dapat menilai perusahaan tersebut sebesar US$800 miliar (setara Rp13.336 triliun), menurut orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan yang dikutip dalam laporan Reuters.

Follow www.kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks