PALANGKA RAYA — Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menyatakan puluhan titik layanan oksigen itu tersebar di 11 puskesmas, puskesmas pembantu, serta sejumlah kelurahan. Setiap lokasi dilengkapi tabung oksigen untuk pertolongan awal bagi warga yang mengalami sesak napas, batuk, atau pilek akibat paparan asap.
Sebagian besar titik memiliki dua tabung oksigen, sementara lokasi lain menyediakan satu tabung. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut tanpa dipungut biaya.
Tenaga Kesehatan Siaga Sepanjang Hari di Setiap Puskesmas
Dinas Kesehatan menempatkan tenaga kesehatan dari puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing agar pelayanan tidak terhenti. Pemkot Palangka Raya turut menggandeng Universitas Eka Harap dengan melibatkan mahasiswa tingkat akhir untuk memperkuat layanan di lapangan.
Riduan menuturkan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat selama kabut asap masih terjadi. "Warga yang mengalami sesak, batuk, atau pilek dapat memanfaatkan layanan tersebut sebagai pertolongan awal sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut atau dirujuk ke rumah sakit," katanya.
Program Dirancang Sejak Juli 2026, Pertimbangkan Lonjakan Kasus ISPA
Program Rumah Oksigen Palangka Raya telah dicanangkan sejak Juli 2026. Perencanaannya mempertimbangkan kondisi kabut asap serta pengalaman penanganan dampak karhutla pada tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat akses layanan kesehatan bagi warga. Jumlah titik yang disiagakan kini mencapai 43 lokasi, tersebar merata di wilayah kota.
Layanan Darurat 112 untuk Lapor Karhutla dan Minta Bantuan Kesehatan
Selain menyediakan oksigen, Pemkot Palangka Raya mengingatkan masyarakat memanfaatkan layanan panggilan darurat 112. Nomor itu bisa digunakan untuk melaporkan kejadian karhutla maupun meminta bantuan kesehatan saat mengalami gangguan akibat paparan kabut asap.
Layanan 112 dapat diakses tanpa biaya. Tujuannya mempercepat penyampaian informasi kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Warga yang membutuhkan pertolongan oksigen dapat langsung mendatangi titik terdekat di puskesmas atau kelurahan. Jika kondisi memburuk, petugas akan merujuk pasien ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.