PULANG PISAU — Lahan perkebunan milik warga di Desa Kantan Atas, Kecamatan Pandih Batu, hangus dilalap api. Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses pemadaman dan melihat upaya yang dilakukan petugas di lapangan.
Kebakaran kali ini melanda lahan yang sebelumnya dimanfaatkan warga untuk berkebun. Api meluas dan menghanguskan tanaman serta lahan garapan milik masyarakat setempat.
Kekeringan Bikin Petugas Kesulitan Air
Petugas di lapangan mengungkapkan kendala utama penanganan adalah terbatasnya sumber air. Kondisi itu diperparah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Pulang Pisau.
Minimnya pasokan air membuat proses pemadaman berjalan lambat. Petugas harus mencari sumber air dari lokasi lain untuk memadamkan titik api yang terus meluas.
Bupati Minta Pekebun Siapkan Sumur Bor
Rifa'i menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga menghadapi kebakaran lahan. Ia meminta masyarakat menyiapkan sumber air seperti sumur bor di kawasan perkebunan masing-masing.
"Kebakaran lahan kebun ini merupakan bencana alam dan semua pihak harus melakukan langkah pencegahan dengan menjaga lahan masing-masing serta setiap pekebun hendaknya juga menyediakan sumber air sehingga bencana tidak akan terulang kembali sedangkan pemerintah juga akan terus hadir memberikan dukungan namun pemilik kebun juga harus membuat langkah antisipasi," ucap Bupati.
Menurut Rifa'i, ketersediaan sumber air di kawasan kebun menjadi kunci agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan dukungan, tetapi warga pemilik lahan diminta mengambil langkah antisipasi sendiri.
Antisipasi Jangka Panjang Jadi Sorotan
Pemerintah daerah berharap ketersediaan sumber air di kawasan perkebunan menjadi bagian dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan. Dengan begitu, jika kebakaran serupa kembali terjadi, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Kebakaran lahan perkebunan warga menjadi persoalan berulang di sejumlah wilayah Pulang Pisau, terutama saat musim kemarau. Keterbatasan infrastruktur air di area kebun membuat petugas kerap kewalahan menjangkau titik api.