Pencarian

AS-China Sepakati Pemangkasan Tarif US$ 60 Miliar, Ini Daftar Barangnya

Selasa, 29 September 2026 • 14:21:31 WIB
AS-China Sepakati Pemangkasan Tarif US$ 60 Miliar, Ini Daftar Barangnya
Presiden AS dan Presiden China menyepakati pemangkasan tarif impor senilai US$ 60 miliar dalam pertemuan di Washington, D.C.

KALIMANTAN TENGAH — Amerika Serikat dan China menyepakati pemangkasan tarif impor senilai US$ 30 miliar dari masing-masing negara, atau total US$ 60 miliar (sekitar Rp 1.080 triliun), yang diumumkan pada Senin, 28 September 2026. Kesepakatan ini muncul setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Washington, D.C., yang juga membentuk Board of Trade AS-China. Jika berlaku sebelum musim liburan, kebijakan ini berpotensi menekan harga barang konsumsi dan memberi ruang bagi peritel kedua negara.

Washington dan Beijing menyetujui pembukaan kembali akses pasar bagi ratusan produk yang sebelumnya dibebani tarif tinggi. Kesepakatan mencakup 77 item impor AS dari China dan 1.619 item impor China dari AS, mulai dari kembang api hingga daging babi beku. Negosiasi ini menjadi kelanjutan dari gencatan tarif setahun yang telah diperpanjang hingga Januari oleh para negosiator kedua negara.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan perpanjangan gencatan itu menjadi dasar pembahasan pemangkasan tarif lebih lanjut. Sebelumnya, kedua negara menerapkan tarif impor efektif di atas 40% untuk AS dan lebih dari 30% untuk China. Angka defisit dagang AS terhadap China sendiri tercatat melewati US$ 202 miliar atau sekitar Rp 3.636 triliun pada tahun lalu.

Barang Konsumsi AS yang Kena Pemangkasan

Daftar impor AS dari China didominasi produk konsumsi rumah tangga dan musiman. Kembang api, lampu serta ornamen pohon Natal, payung taman, dan bunga tiruan masuk dalam kategori dekorasi dan perayaan yang tarifnya akan diturunkan.

Peralatan rumah tangga juga tak luput, seperti piring, cangkir, mangkuk, peralatan makan, termos vakum, oven, alat cukur, hingga senter. Untuk perlengkapan tidur dan tekstil, ada selimut elektrik, karpet, sprei, taplak meja, tirai, kantong tidur, dan bantal.

Mainan anak menjadi salah satu kelompok terbesar, mencakup kursi tinggi bayi, area bermain, sepeda roda tiga (kecuali yang terhubung WiFi atau Bluetooth), dan manik-manik. Peralatan olahraga seperti meja biliar, bola sepak, bola baseball, raket permainan, hingga senar pancing turut masuk daftar.

Produk Pertanian dan Ternak dari AS

Dari sisi China, daftar 1.619 item didominasi komoditas pertanian dan peternakan. Hewan hidup seperti kuda, keledai, sapi, babi, domba, kambing, ayam pembiakan, lebah, dan ikan hias air tawar hidup akan mendapat tarif lebih rendah.

Daging dan unggas juga tercakup: daging babi beku, daging domba beku, ayam atau kalkun utuh beku, kaki ayam beku, hingga daging kelinci tanpa kepala. Produk perikanan seperti tuna segar dan salmon Atlantik beku masuk daftar yang sama.

Produk susu olahan seperti buttermilk dan es krim, serta whiskey, turut mendapat pemangkasan. Kacang panggang, selai kacang, kedelai untuk benih, tepung dan bungkil kedelai, hingga jus tomat dan apel segar melengkapi daftar tersebut.

Dampak ke Peritel dan Konsumen

CEO WPIC Jacob Cooke menilai pemangkasan tarif sebelum musim liburan bisa menjadi dorongan positif bagi konsumsi AS dan para peritel. WPIC membantu merek-merek AS menjual produk di China.

"Jika kita melihat pemangkasan tarif benar-benar diterapkan sebelum musim liburan, itu bisa memberi dorongan yang menyenangkan bagi konsumsi AS dan bagi para peritel," kata Cooke, dikutip dari CNBC.

Cooke menyebut daftar impor Beijing juga mencakup kategori yang tumbuh cepat, seperti perawatan rambut dan makanan hewan kemasan. Di segmen ini, merek China dinilai sangat kompetitif melawan produk AS.

"Setiap poin persentase berarti untuk daya saing harga dan menjaga margin," ujarnya.

Direktur Jiangsu Green Willow Textile Ryan Zhao memperkirakan penjualan semester II 2026 bisa tumbuh 30% dibanding 2025 jika pemangkasan tarif diterapkan. Proyeksi itu memberi gambaran bahwa pelaku usaha tekstil China sudah menghitung dampak kebijakan ini terhadap kinerja mereka.

Jadwal dan Ketidakpastian

Meski daftar barang sudah diumumkan, waktu berlaku dan besaran penurunan bea masuk masih belum jelas. Board of Trade AS-China yang baru dibentuk dijadwalkan bertemu minimal sekali per kuartal, dengan pejabat tertinggi bertemu sesuai kebutuhan.

Bagi pelaku usaha di Indonesia, kesepakatan ini perlu dicermati karena bisa mengubah pola perdagangan global, terutama jika produk China dialihkan ke pasar Asia Tenggara saat akses ke AS terbuka lebih lebar. Pemangkasan tarif AS-China juga berpotensi memengaruhi harga komoditas dan bahan baku yang selama ini menjadi bagian rantai pasok industri dalam negeri.

Follow www.kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks