KALIMANTAN TENGAH — Danantara Indonesia memastikan proyek LRT City yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) tetap dilanjutkan dengan penataan ulang desain dan model bisnis. Keputusan ini menutup ketidakpastian yang sempat membayangi konsumen pembeli unit di kawasan berbasis transit tersebut.
Paragraf pembuka: Kepastian itu disampaikan COO Danantara Indonesia yang juga Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, dalam pertemuan internal Tim Danantara Indonesia di Jakarta. Proyek dinilai masih punya nilai komersial karena aset lahannya berada di lokasi strategis. Penataan diarahkan bukan hanya untuk menuntaskan pembangunan, tetapi juga menjaga kelayakan bisnisnya ke depan.
Desain dan Model Bisnis Disetel Ulang
Dony menyatakan proyek akan diteruskan dengan penyesuaian desain, mencakup fasad hingga area komersial. Danantara juga akan merekrut arsitek baru untuk mendukung proses penataan tersebut.
"Nomor satu keputusannya kita akan meneruskan project ini. Kita akan hire arsitek baru untuk melakukan proses. Fasadnya akan kita ubah, begitu juga desain bisnis modal, termasuk area komersialnya," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Penyesuaian ini menyasar sisi bisnis modal, bukan sekadar tampilan bangunan. Artinya, perhitungan biaya, skema pendanaan, dan potensi pendapatan dari area komersial ikut ditinjau ulang.
Aset Lahan Jadi Alasan Proyek Diteruskan
Dari sisi bisnis, Dony menilai proyek masih memiliki potensi karena terdapat aset berupa lahan yang bernilai dan berada di lokasi strategis. Pertimbangan itu yang membuat opsi penghentian proyek tidak diambil.
LRT City dikembangkan ADCP sebagai kawasan hunian dan komersial yang terhubung dengan jaringan transportasi publik. Model kawasan berbasis transit seperti ini bergantung pada akses ke stasiun dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Bagi konsumen yang sudah membeli unit, kelanjutan proyek berarti kepastian atas dana yang telah disetorkan. Bagi investor ADCP, arah penataan ini menjadi sinyal soal keberlanjutan bisnis perseroan.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Sejumlah hal masih menunggu penjabaran lebih rinci. Termasuk siapa arsitek yang akan ditunjuk, kapan proses penataan desain dimulai, dan bagaimana skema bisnis modal yang baru disusun.
Danantara belum mengungkap target waktu penyelesaian maupun nilai investasi yang dibutuhkan. Kedua hal itu akan menentukan seberapa cepat konsumen bisa menerima unit yang dijanjikan.
Posisi ADCP sebagai emiten properti di bursa membuat setiap perkembangan proyek ini turut memengaruhi sentimen pasar terhadap perseroan. Keputusan Danantara untuk melanjutkan proyek menjadi titik awal, bukan akhir, dari rangkaian penataan yang masih panjang.