Pencarian

Biznet Sebut Pemilihan Paket Internet Masih Berpatokan Harga, Bukan Bandwidth

Kamis, 08 Oktober 2026 • 19:21:02 WIB
Biznet Sebut Pemilihan Paket Internet Masih Berpatokan Harga, Bukan Bandwidth
Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo berbicara dalam Media Gathering Biznet 26th Anniversary di Jakarta, Rabu (7/10).

KALIMANTAN TENGAH — Biznet menilai mayoritas pengguna internet Indonesia masih memilih paket berdasarkan harga termurah, bukan kebutuhan bandwidth. Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo menyampaikan hal itu dalam Media Gathering Biznet 26th Anniversary di Jakarta, Rabu (7/10). Perusahaan menilai kesadaran akan kebutuhan kecepatan internet baru akan naik seiring makin banyaknya perangkat rumah tangga yang terhubung jaringan.

Biznet menyoroti pola konsumsi internet di Indonesia yang masih berpusat pada harga. Temuan itu muncul dari pengamatan perusahaan terhadap perilaku pelanggan di lebih dari 200 kota dan kabupaten yang sudah masuk jaringan Biznet.

Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing Biznet, menilai kesadaran soal kebutuhan bandwidth menjadi salah satu penghambat pemerataan digitalisasi. Pelanggan, menurut dia, cenderung membandingkan tarif lebih dulu sebelum melihat opsi kecepatan yang tersedia.

Harga Jadi Patokan Utama, Bandwidth Terabaikan

Biznet menyediakan sejumlah opsi kecepatan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Namun Adrianto menyebut pilihan pelanggan belum banyak bergeser ke pertimbangan teknis tersebut.

"Sekarang masyarakat Indonesia masih cari mana yang paling murah, bukan bandwidthnya yang dipilih. Jadi, kalau dilihat, kayaknya kesadaran tentang kebutuhan bandwidth masih kurang," katanya pada acara Media Gathering Biznet 26th Anniversary di Jakarta, Rabu (7/10).

Meski begitu, Adrianto memperkirakan kebutuhan bandwidth yang lebih besar akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Pemicunya adalah intensitas penggunaan teknologi dan gadget yang terus bertambah di rumah tangga.

Smart Home dan CCTV Dorong Kebutuhan Kecepatan Lebih Besar

Perkembangan hunian berbasis smart home menjadi salah satu indikator yang diamati Biznet. Pengembang rumah baru, kata Adrianto, mulai mengadopsi perangkat yang terhubung internet sejak awal.

"Tahun ini banyak sekali kami melihat developer-developer rumah baru ataupun rumah-rumah yang sekarang itu sudah mulai smarthome, dan otomatis pemilihan bandwidth-nya sudah enggak bisa yang lebih kecil," jelasnya.

Contoh yang dia soroti adalah smart CCTV yang bisa diakses jarak jauh. Perangkat ini menuntut koneksi stabil agar kualitas video tetap terjaga, termasuk saat dipakai untuk komunikasi dua arah.

"Karena sekarang enggak hanya di tempat usaha, di rumah aja udah pakai CCTV. CCTV-nya bisa ngobrol tuh, ibunya yang di kantor sama anaknya yang di rumah pakai CCTV ngobrolnya," ungkapnya.

Biznet melihat kebutuhan bandwidth yang memadai menjadi syarat agar perangkat seperti CCTV dan teknologi lain bisa saling terhubung dan terintegrasi. Tanpa kapasitas yang cukup, fungsi optimal dari perangkat-perangkat tersebut sulit tercapai.

Mesh Wi-Fi Gantikan Extender untuk Jangkauan Rumah

Adrianto juga menyoroti pergeseran teknologi jaringan dalam rumah. Lima tahun lalu, wifi extender masih jadi solusi umum untuk memperluas jangkauan. Kini teknologi mesh Wi-Fi mengambil peran itu.

"Mungkin 5 tahun lalu kita masih bicara wifi extender, tapi kalau sekarang itu teknologi udah mesh wifi, di mana pindah antara satu lantai ke lantai berikutnya atau mungkin ke area lainnya sudah seamless," jelasnya.

Mesh Wi-Fi memungkinkan perluasan area jangkauan tanpa menambah SSID atau memakai jaringan terpisah. Bagi pengguna rumah bertingkat, perpindahan antar lantai tidak lagi memutus koneksi.

Infrastruktur Data Center dan Kabel Laut Jadi Fondasi

Memasuki usia 26 tahun, Biznet memperluas infrastruktur digitalnya lewat dua proyek utama. Perusahaan mengoperasikan AI-Ready Data Center yang dirancang untuk kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan.

Fasilitas itu diharapkan menjadi fondasi bagi pelanggan yang ingin memaksimalkan produktivitas di era digital berbasis AI. Biznet juga memperkuat konektivitas antar pulau melalui Biznet Nusantara Cable System (BNCS), jaringan kabel fiber optic bawah laut yang beroperasi sejak 2024.

Biznet sedang menyiapkan pembangunan BNCS-2 yang akan menghubungkan Surabaya di Jawa, Banjarmasin di Kalimantan, Sumenep di Madura, dan Buleleng di Bali. Pembangunan jaringan ini dibarengi perluasan ke lebih banyak wilayah agar bandwidth makin besar dengan harga lebih terjangkau.

Saat ini jaringan Biznet menjangkau lebih dari 200 kota/kabupaten di Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Perusahaan didukung lebih dari 3 juta homepass serta lebih dari 300 kantor cabang.

Follow www.kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks