PALANGKA RAYA — Program studi banding bagi kepala sekolah jenjang SD dan SMP di Kota Palangka Raya diusulkan kembali digulirkan setelah vakum beberapa tahun terakhir. Usulan ini disampaikan Arif M Norkim, anggota Komisi III DPRD setempat, Jumat.
Menurut Arif, aspirasi tersebut muncul saat pertemuan rutin kepala sekolah SDN se-Kota Palangka Raya. Ia menyebut para kepala sekolah mendominasi kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan penguatan kompetensi.
Arif menilai kegiatan ini memungkinkan para kepala sekolah melihat langsung inovasi, pola pengelolaan sekolah, hingga strategi peningkatan mutu pembelajaran di daerah lain yang lebih maju. Pengalaman itu diharapkan bisa diadopsi sesuai kebutuhan dan kondisi lokal.
"Tujuannya agar mereka bisa melihat kemajuan pendidikan di daerah lain, kemudian mengadopsi hal-hal yang baik untuk diterapkan di Kota Palangka Raya," ujarnya.
Program serupa pernah dilaksanakan pada 2017 lalu dengan melibatkan DPRD bersama Dinas Pendidikan Palangka Raya. Arif mengungkapkan kegiatan tersebut dinilai memberikan manfaat bagi pengembangan wawasan kepala sekolah.
"Program seperti ini pernah dilaksanakan pada 2017 bersama komisi terkait di DPRD. Karena manfaatnya cukup besar, kami berharap dapat kembali dianggarkan, agar kualitas pendidikan di Kota Palangka Raya terus meningkat," ungkap Arif.
Arif mendorong Dinas Pendidikan Palangka Raya menganggarkan program studi banding bagi kepala sekolah SD maupun SMP ke sejumlah provinsi yang memiliki sistem pendidikan lebih maju. Ia berharap metode pembelajaran di sekolah-sekolah Palangka Raya bisa lebih inovatif ke depannya.
"Salah satu aspirasi yang kami terima saat menghadiri pertemuan rutin kepala sekolah SDN se-Kota, perlunya kembali menghadirkan program studi banding bagi kepala sekolah ke daerah lain yang memiliki kemajuan di bidang pendidikan," katanya.