MUARA TEWEH — Puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Muara Mea, Kecamatan Gunung Purei, mendapat suntikan semangat langsung dari Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin. Kunjungan yang berlangsung Selasa (28/7/2026) itu menyasar satuan PAUD di daerah pedalaman yang selama ini menghadapi tantangan akses dan fasilitas.
Hj Maya Savitri menyampaikan apresiasi tinggi kepada para tenaga pendidik yang tetap setia mengajar meski di tengah keterbatasan. “Guru PAUD adalah fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan masa depan anak-anak. Tetaplah semangat dalam memberikan pendidikan terbaik, karena setiap pengabdian yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal berharga bagi generasi penerus Barito Utara,” ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis Diskominfosandi Barito Utara.
Menurut Hj Maya, pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi berkualitas. Ia mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan berinovasi dalam proses pembelajaran. “Anak-anak harus mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar tumbuh kembang mereka berlangsung secara optimal,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan PAUD tidak bisa dibebankan hanya pada guru. Dukungan keluarga, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama. Kunjungan ini disambut hangat oleh perangkat desa dan warga Muara Mea yang hadir di lokasi.
Para guru PAUD setempat menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Mereka berharap kunjungan serupa bisa rutin dilakukan, terutama untuk memotivasi tenaga pendidik di kecamatan yang jauh dari pusat kota. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Bunda PAUD. Ini menjadi penyemangat bagi kami yang setiap hari mengajar dengan segala keterbatasan,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Bunda PAUD Barito Utara untuk terus hadir memberikan pendampingan dan dukungan ke seluruh satuan PAUD di wilayah Kabupaten Barito Utara. Target utamanya adalah mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak usia dini, tanpa terkecuali di daerah pelosok seperti Gunung Purei.