PALANGKA RAYA — Hingga pukul 10.00 WIB, GM PLN UID Kalselteng tak kunjung tiba di lokasi aksi, memicu kekecewaan massa yang sudah menunggu sejak pagi. Perwakilan PLN yang hadir, Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Palangka Raya, Sesen, menjelaskan bahwa Iwan Soelistijino sedang melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah.
“Saat ini Pak GM sedang audiensi bersama Pak Gubernur Kalimantan Tengah. Beliau sudah berada di Palangka Raya sejak tadi malam dan agenda utamanya memang bertemu dengan Pak Gubernur,” ujar Sesen di hadapan peserta aksi.
Penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meredam emosi peserta aksi. Koordinator aksi Viteli menegaskan bahwa janji bertemu dengan masyarakat telah diucapkan langsung oleh GM PLN terlebih dahulu.
“GM berjanji dengan kami hari ini, bukan dengan gubernur. Kami sudah tiga hari menyampaikan aspirasi masyarakat dan menunggu penjelasan langsung dari pimpinan tertinggi PLN wilayah,” tegas Viteli dalam orasinya di depan kantor PLN.
Sejumlah peserta aksi membawa ban ke depan kantor PLN sebagai bentuk simbolik protes atas pemadaman listrik bergilir. Massa menilai kebijakan tersebut telah merugikan berbagai pihak, mulai dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga peternak di Palangka Raya.
Aparat kepolisian dan petugas keamanan berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski sempat terdengar teriakan emosional dari sebagian massa, situasi tidak berkembang menjadi tindakan anarkis.
Aksi hari ketiga ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya. Massa menuntut tiga hal utama: penghentian pemadaman listrik bergilir, transparansi informasi terkait gangguan kelistrikan, serta kompensasi bagi masyarakat yang mengalami kerugian akibat pemadaman berkepanjangan.
Hingga aksi berlangsung, pertemuan langsung antara massa dengan GM PLN UID Kalselteng belum terlaksana. Namun, Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran kemudian mengundang perwakilan massa ke Istana untuk bertemu tatap muka langsung dengan dirinya dan GM PLN IUD Kalselteng, sebagai upaya menjembatani aspirasi masyarakat.