PALANGKA RAYA — Aisyah Thisia Agustiar Sabran meninjau langsung budidaya ayam pedaging di Apartemen Ayam dan memanen melon hidroponik yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Balai Pengujian Mutu Pakan, Perbibitan, dan Hijauan Makanan Ternak (UPT BPMPPHMT). Langkah ini dinilai sebagai fondasi membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalteng, H. Rendy Lesmana, menyebutkan Smart Greenhouse II memiliki luas sekitar 500 meter persegi. Fasilitas ini menggunakan sistem hidroponik dan mampu memproduksi sekitar 1,1 ton melon dari 880 batang tanaman dalam satu siklus panen.
Saat ini, pengembangan Smart Greenhouse III juga tengah berlangsung. Targetnya, fasilitas baru tersebut memasuki masa panen pada akhir Agustus 2026.
Menurut Aisyah, pengelolaan pekarangan secara berkelanjutan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga. Budidaya tanaman pangan dan peternakan sederhana disebut sebagai langkah nyata yang bisa dilakukan dari rumah.
“Pemanfaatan pekarangan melalui budidaya tanaman pangan dan peternakan sederhana merupakan langkah nyata membangun ketahanan pangan keluarga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh program TP PKK Kalteng akan diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta mendukung visi Pemerintah Provinsi Kalteng, “Kalteng BERKAH, Kalteng Maju”. Fokus program mencakup penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi berbasis produk lokal, peningkatan kualitas kesehatan, percepatan penurunan stunting, hingga penguatan karakter keluarga.
“Dari keluarga yang kuat, akan lahir masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” kata Aisyah. TP PKK berkomitmen mendorong lahirnya gerakan keluarga produktif yang mampu memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan.
Kehadiran Smart Greenhouse III nantinya dirancang sebagai pusat edukasi pertanian modern sekaligus laboratorium pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda di Kalteng. Dengan begitu, transfer teknologi pertanian hidroponik diharapkan bisa diadopsi lebih luas oleh keluarga-keluarga di daerah tersebut.