GIIAS 2026: Lima Mobil Listrik di Bawah Rp200 Jutaan, Bukan Cuma Wuling dan BYD

Penulis: Puguh Triyono  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41:01 WIB
Pengunjung mengamati deretan mobil listrik di area pameran GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

KALIMANTAN TENGAH — GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus tidak hanya soal mobil mahal. Segmen mobil listrik di bawah Rp200 juta justru menjadi salah satu area paling ramai, dengan setidaknya empat model baru yang siap berebut pembeli pertama.

Persaingan ini menarik karena pilihannya kini lebih variatif, tidak hanya soal harga, tapi juga strategi penjualan. VinFast, misalnya, memakai skema langganan baterai untuk menekan harga jual mobilnya, sementara Wuling dan BYD memilih harga jual langsung yang agresif.

Wuling Aira EV: Termurah di Pameran, tapi Dua Pilihan Jarak Tempuh

Wuling Aira EV hadir sebagai debut baru di GIIAS 2026. City car listrik ini dibanderol mulai Rp155 juta untuk varian Standard Range yang diklaim mampu menempuh 205 km (CLTC). Ada juga varian Long Range dengan harga Rp175 juta dan jarak tempuh hingga 301 km (CLTC).

Dengan harga segini, Aira EV langsung menempati posisi sebagai mobil listrik termurah di pameran tahun ini. Namun, perlu diingat, klaim jarak tempuh CLTC biasanya lebih optimistis dibanding kondisi berkendara nyata di perkotaan Indonesia dengan macet dan AC menyala.

VinFast VF 3: Murah karena Baterai Disewa, Bukan Dibeli

VinFast VF 3 hadir dengan desain boxy yang kompak—panjang cuma 3.190 mm, lebar 1.679 mm, dan tinggi 1.652 mm. Mobil ini cocok untuk jalanan kota yang padat, tapi konsekuensinya kabin dan bagasi sangat terbatas.

Strategi harga VinFast berbeda. Jika membeli mobil beserta baterai, harganya Rp230 juta. Tapi, dengan skema langganan baterai (battery subscription), harga mobil turun drastis menjadi Rp156 juta. Ini pilihan menarik, tapi pembeli harus menghitung biaya langganan bulanan sebagai biaya operasional tetap.

Soal pengisian daya, VF 3 mendukung fast charging CCS2 DC yang diklaim bisa mengisi 10 persen ke 70 persen dalam 36 menit. Jarak tempuhnya diklaim 215 km (NEDC).

BYD Atto 1: Hatchback Paling Murah dari BYD, tapi Varian Termurah Minim Fitur?

BYD Atto 1 menjadi model paling terjangkau di jajaran BYD Indonesia. Hatchback ini memakai baterai 30,08 kWh dengan tenaga 55 kW dan torsi 135 Nm. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 300 km (NEDC).

Varian Standard dibanderol Rp199 juta, tepat di bawah batas Rp200 juta. Sementara varian Dynamic dijual Rp205 juta dan Premium Rp245 juta. Perbedaan harga antar varian cukup signifikan, jadi calon pembeli perlu mengecek fitur apa saja yang dipangkas di varian termurah.

Changan Lumin: Harga Resmi Naik, Masih Menarik?

Changan Lumin juga jadi opsi city car listrik ringkas. Saat pertama diperkenalkan di Indonesia, harganya dikisarkan Rp170 jutaan. Namun, harga resminya kini menjadi Rp222 juta—melewati batas Rp200 juta yang jadi fokus utama artikel ini.

Dengan jarak tempuh sekitar 300 km (NEDC), Lumin sebenarnya punya spesifikasi yang kompetitif. Tapi kenaikan harga ini membuatnya bersaing langsung dengan varian menengah BYD Atto 1, bukan lagi di segmen termurah.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli

Mobil listrik murah memang menggoda, tapi ada beberapa catatan penting. Pertama, jarak tempuh yang diklaim (CLTC atau NEDC) biasanya lebih tinggi dari kondisi nyata. Kedua, ukuran city car yang mungil berarti ruang kabin dan bagasi terbatas—kurang ideal untuk keluarga besar.

Selain keempat model di atas, GIIAS 2026 juga akan memamerkan Geely EX2 Pro dan Chery Q yang dijual mulai Rp239,9 juta. Pilihan di segmen ini semakin ramai, dan keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan mobilitas harian dan anggaran total yang kamu siapkan, termasuk biaya pengisian daya dan perawatan.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top