NTP Gabungan Kalteng Naik 0,15 Persen pada Juli 2026, Subsektor Tanaman Pangan dan Peternakan Tumbuh

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:05:02 WIB
NTP gabungan Kalteng naik 0,15 persen menjadi 136,95 pada Juli 2026, didorong subsektor tanaman pangan dan peternakan.

PALANGKA RAYA — Daya beli petani di Kalimantan Tengah perlahan membaik pada Juli 2026. Berdasarkan pantauan BPS terhadap harga-harga di pedesaan, indeks harga yang diterima petani naik 0,63 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya meningkat 0,47 persen. Selisih itulah yang mendorong NTP gabungan provinsi ini naik ke level 136,95.

Artinya, pendapatan petani dari hasil panennya tumbuh lebih cepat dibanding pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya produksi. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian di Bumi Tambun Bungai, meski pemerintah daerah tetap perlu mewaspadai tekanan inflasi di kelompok pengeluaran tertentu.

Subsektor Tanaman Pangan dan Peternakan Jadi Penopang Utama

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, kenaikan NTP gabungan pada Juli 2026 tidak terjadi merata di semua subsektor. Hanya dua subsektor yang mencatat pertumbuhan signifikan, yaitu tanaman pangan sebesar 2,56 persen dan peternakan 1,15 persen.

"Peningkatan NTP gabungan pada Juli 2026 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada dua subsektor, yaitu Tanaman Pangan sebesar 2,56 persen dan Peternakan 1,15 persen," ucapnya di Palangka Raya, kemarin.

Adapun Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) tercatat stabil di angka 140,94. Stabilitas ini terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (0,63 persen) seimbang dengan peningkatan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Transportasi Jadi Tekanan Terbesar Inflasi Pedesaan

Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani Kalteng naik 0,42 persen pada Juli 2026, dari 136,49 menjadi 137,07. Kenaikan ini menggambarkan beban belanja rumah tangga petani yang ikut bertambah, terutama di kelompok transportasi yang melonjak 1,24 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga naik 0,67 persen, disusul kelompok pakaian dan alas kaki yang tumbuh 0,53 persen. Secara tahun kalender, IKRT petani meningkat 4,20 persen dengan tekanan terbesar berasal dari kelompok transportasi yang naik 7,49 persen.

Inflasi Tahunan IKRT Capai 6,17 Persen, Apa Pemicunya?

Jika dibandingkan tahun lalu, beban konsumsi rumah tangga petani di Kalimantan Tengah naik cukup dalam. Secara tahun ke tahun, IKRT petani meningkat 6,17 persen. Kenaikan ini didorong oleh melonjaknya indeks harga di kelompok transportasi sebesar 10,65 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang tumbuh 7,17 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga ikut menyumbang inflasi tahunan sebesar 6,51 persen. "Secara tahun ke tahun, IKRT petani di Kalteng meningkat 6,17 persen. Kenaikan ini didorong kenaikan indeks harga pada beberapa kelompok, yakni kelompok transportasi 10,65 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 7,17 persen, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau 6,51 persen," tandas Toto Silitonga.

Kenaikan harga di kelompok transportasi yang konsisten selama setahun terakhir menjadi catatan tersendiri. Ongkos angkut hasil pertanian dari desa ke kota ikut membebani margin petani, meski NTP secara keseluruhan masih menunjukkan tren positif.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top