PALANGKA RAYA — Sebanyak 24.000 ekor ayam pedaging (broiler) dipanen pada umur 33 hari dengan bobot hidup rata-rata 2 kilogram per ekor di UPT Balai Pengujian Mutu Pakan, Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPPTHMT), Jalan Tjilik Riwut Km. 38, Palangka Raya, Minggu (2/8/2026). Total produksi yang dihasilkan dari periode pemeliharaan ini mencapai sekitar 48 ton bobot hidup.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, meninjau langsung lokasi panen bersama Ketua TP PKK sekaligus Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan peternakan modern di Bumi Tambun Bungai.
Penerapan kandang tertutup (close house) terbukti mampu menciptakan lingkungan pemeliharaan yang optimal. Suhu, kelembapan, sirkulasi udara, hingga pencahayaan dapat dikontrol secara presisi, berbeda dengan kandang terbuka yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Biosekuriti yang ketat serta pakan berkualitas menjadi faktor kunci lain yang membuat tingkat produktivitas ayam meningkat signifikan. Hasilnya, bobot panen mencapai standar industri dengan tingkat efisiensi yang lebih baik dibanding metode konvensional.
“Diharapkan keberhasilan panen ini dapat menjadi motivasi bagi peternak untuk menerapkan sistem pemeliharaan yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Tengah,” tutur Rendy Lesmana.
Fasilitas yang dikelola UPT BPMPPTHMT ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembesaran ayam. Lebih dari itu, lokasi tersebut dirancang sebagai pusat edukasi dan pelatihan teknologi peternakan modern bagi para peternak, pelaku usaha, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
“Melalui fasilitas ini diharapkan semakin banyak peternak yang mampu mengadopsi teknologi budidaya unggas modern guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha,” urai Rendy Lesmana.
Ketua TP PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program ini. Ia berharap model pengembangan ayam broiler tersebut dapat diadopsi masyarakat dalam skala lebih kecil, terutama oleh kaum muda dan pensiunan PNS.
“TP PKK siap mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendorong peningkatan konsumsi pangan bergizi, serta pengembangan usaha peternakan skala rumah tangga sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera,” ujar Aisyah Thisia.
Dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga keuangan daerah dinilai penting untuk merealisasikan gerakan usaha ini. Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketersediaan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) sekaligus meningkatkan ekonomi warga.