PALANGKA RAYA — Pemprov Kalimantan Tengah memastikan akses internet merata hingga ke wilayah terpencil melalui penyaluran hibah perangkat Starlink. Gubernur Agustiar Sabran menyebut pemerataan pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi.
"Pemerataan pembangunan tak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi," kata Agustiar di Palangka Raya, Jumat.
Distribusi perangkat pada tahap awal ini menyasar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Puskesmas. Kabupaten Katingan menjadi penerima terbanyak dengan 287 unit, disusul Kotawaringin Barat 176 unit, dan Seruyan 131 unit.
Berikut rincian penerimaan perangkat Starlink di masing-masing daerah:
Seluruh perangkat tersebut difokuskan untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran di sekolah serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kehadiran teknologi satelit ini diharapkan mampu menembus wilayah blank spot yang selama ini menjadi kendala utama konektivitas di Bumi Tambun Bungai.
"Kehadiran perangkat ini juga kami harap mampu mengatasi wilayah blank spot sekaligus memperkuat konektivitas digital hingga ke pelosok Kalimantan Tengah," jelasnya.
Dengan internet yang lebih stabil, pemerintah daerah optimistis digitalisasi pelayanan publik berjalan lebih cepat. Komunikasi pemerintahan antarwilayah juga diharapkan semakin lancar.
Lebih dari itu, pemerataan akses ini dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Produk unggulan daerah bisa dipromosikan lebih luas, sementara pelaku UMKM berkesempatan mengembangkan usaha dan menjangkau pasar digital.
Pemprov Kalteng terus mendorong sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa agar implementasi transformasi digital berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.