KALIMANTAN TENGAH — Ferrari mengonfirmasi bahwa seluruh unit Luce yang direncanakan untuk diproduksi pada 2026 telah habis dipesan. Angka tersebut mendekati 500 unit, seperti dilaporkan Financial Times. Padahal, mobil ini baru diluncurkan di Roma pada 25 Mei lalu dan reaksi publik terhadap tampilannya bisa dibilang paling keras dalam sejarah Ferrari.
Kritik datang dari berbagai arah. Mantan bos Ferrari, Luca di Montezemolo, bahkan secara terang-terangan meminta agar logo kuda jingkrak dicopot dari mobil ini. Saham Ferrari (RACE) sempat turun 6 persen di hari-hari setelah peluncuran. Namun, semua itu tidak berpengaruh pada para pembeli. Pesanan terus mengalir, dan alokasi setahun penuh ludes sebelum satu unit pun dikirim.
Desain Kontroversial tapi Laku di China
Kunci penjualan Ferrari Luce rupanya ada di China. Pasar tersebut menjadi penyumbang permintaan terbesar. CEO Ferrari Benedetto Vigna sebelumnya sudah mengisyaratkan bahwa buku pesanan mobil ini membentang hingga akhir 2027, dengan pelanggan datang dari kalangan pemilik lama dan wajah baru.
Luce adalah Ferrari empat pintu dengan lima kursi — sebuah "Ferrari keluarga" yang jelas memicu kemarahan para puritan. Tapi bagi mereka yang menulis cek, status dan performa tetap nomor satu. Seorang eksekutif senior Ferrari mengatakan kepada FT bahwa tampilan mobil yang tidak konvensional adalah hasil dari kebutuhan aerodinamis dan perlu "dicerna" agar bisa dipahami.
Performa Supercar di Balik Bodi Empat Pintu
Di bawah sengatan kritik desain, Ferrari Luce menyembunyikan teknologi yang serius. Mobil ini menggendong empat motor independen dengan total tenaga lebih dari 1.000 hp. Baterainya berkapasitas 122 kWh pada arsitektur 880 volt, mendukung pengisian cepat 350 kW. Jarak tempuh diklaim lebih dari 530 km, dengan akselerasi 0-100 km/jam hanya 2,5 detik.
- Motor listrik buatan sendiri menggunakan rotor Halbach array.
- Inverter silikon karbida bekerja pada efisiensi 93 persen.
- Suspensi aktif elektrik membaca permukaan jalan dengan latensi satu milidetik.
Semua komponen itu dikembangkan secara internal oleh Ferrari. Bukan sekadar tempel logo di platform milik orang lain.
Strategi Kelangkaan yang Terbukti Jitu
Volume 500 unit untuk setahun memang kecil, bahkan bisa dibilang angka rounding error jika dibandingkan produksi massal mobil listrik pabrikan lain. Tapi itulah yang Ferrari lakukan. Perusahaan asal Italia itu bahkan sudah memangkas target penjualan EV 2030 hingga separuhnya tahun lalu. Ferrari tidak menjual volume, ia menjual kelangkaan — dan kelangkaan itu baru saja ludes.
Desain Luce juga dirancang oleh studio LoveFrom milik Jony Ive dan Marc Newson, mantan desainer Apple. Interior mobil ini disebut-sebut sebagai mahakarya oleh sejumlah jurnalis yang sudah melihat langsung. Banyak yang berpendapat bahwa tampilan Luce jauh lebih baik secara langsung dibandingkan di foto atau video.
Pada akhirnya, kritik desain hanya bergema di media sosial. Ferrari tidak perlu disukai semua orang. Ia hanya perlu menemukan beberapa ratus orang dengan uang lebih dari setengah juta dolar, dan mereka ditemukan dalam waktu kurang dari dua bulan. Yang lebih menarik dari sekadar gaya adalah teknologi yang dibangun Ferrari: motor listrik berputar tinggi, arsitektur 880 volt, dan suspensi aktif yang berada di depan kompetisi. Teknologi inilah yang kelak akan diturunkan ke model yang lebih terjangkau.