PALANGKARAYA — Kalimantan Tengah menjadi salah satu dari enam provinsi yang masuk daftar siaga darurat karhutla nasional. Kepala BNPB Suharyanto mengonfirmasi langsung bahwa operasi darat dan modifikasi cuaca telah disiagakan di wilayah-wilayah prioritas tersebut.
Enam provinsi yang dimaksud adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Penetapan ini menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan berkurang drastis.
OMC Terkendala Minimnya Awan Hujan
Suharyanto menjelaskan, efektivitas operasi modifikasi cuaca sangat bergantung pada ketersediaan awan hujan. Jika cuaca panas ekstrem dan tidak ada pertumbuhan awan, maka OMC sulit dijalankan.
"Tadi, dari BMKG mengatakan mudah-mudahan nanti sebelum tanggal 18 ada. Nah, setiap ada pertumbuhan awan hujan, kita akan segera laksanakan OMC. Pesawatnya sudah siaga terus di daerah," ujarnya di Jakarta, Senin.
Kondisi ini membuat operasi darat menjadi ujung tombak utama. Pasukan di lapangan dinilai lebih efektif untuk mencegah dan memadamkan api di lahan gambut yang sulit ditangani hanya dari udara.
Water Bombing Tak Cukup untuk Lahan Gambut
Kepala BNPB mengingatkan para pemda agar tidak bergantung penuh pada bantuan helikopter. Ia merinci, satu kali water bombing hanya mampu mengangkut empat ton air. Bahkan jika tiga helikopter dikerahkan bersamaan, total air yang dijatuhkan hanya 12 ton.
"Itu kalau lahan gambut, paling bisa memadamkan 10 meter persegi, dan itu tidak padam total karena kan masih menyala, jadi harus terus disemprot oleh pasukan darat," paparnya.
Oleh karena itu, kesiapan personel darat di tingkat kabupaten dan provinsi menjadi kunci. BNPB meminta seluruh pemerintah daerah tetap siaga meski bantuan udara telah disiapkan.
Pasukan Darat Kunci Padamkan Api di Kalteng
Untuk wilayah Kalimantan Tengah, fokus utama tetap pada pencegahan dini. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar mengingat risiko hukum dan dampak kabut asap yang luas.
BNPB masih memiliki cadangan tiga helikopter yang bisa digerakkan ke daerah darurat. Sebelumnya, armada ini berhasil memadamkan 32 dari 34 titik api di kawasan Bromo dalam waktu singkat.
"Jadi tetap semuanya harus siap-siaga pasukan darat. Seandainya nanti ada kebakaran, upayakan lewat pasukan darat karena helikopter BNPB banyak fokusnya di enam provinsi prioritas," tutup Suharyanto.