Pencarian

34 Mahasiswa dari Tujuh Universitas Kalimantan Selesaikan KKN di IKN, Belajar Tata Kelola hingga Regulasi

Kamis, 06 Agustus 2026 • 11:31:31 WIB
34 Mahasiswa dari Tujuh Universitas Kalimantan Selesaikan KKN di IKN, Belajar Tata Kelola hingga Regulasi
mahasiswa dari tujuh universitas di Kalimantan resmi ditarik dari program KKN di IKN setelah menyelesaikan masa pengabdiannya.

KALIMANTAN TENGAH — Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memimpin langsung prosesi penarikan mahasiswa peserta program KKN Bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC) – Borneo Studies Network (BSN). Dalam arahannya, Basuki menekankan bahwa pengabdian di proyek strategis nasional tidak boleh dipandang sekadar formalitas untuk memenuhi kewajiban akademik.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk survei, tetapi bagaimana cara kita menyelesaikan masalah itu. Jangan sampai mahasiswa KKN ikut kegiatan ini hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Carilah value dan manfaat kegiatannya untuk diri kita sendiri,” ujar Basuki di hadapan para peserta.

Bukan Sekadar Magang: Mahasiswa Terjun ke Proses Penyusunan Regulasi IKN

Berbeda dengan KKN pada umumnya yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa, peserta program ini dibenamkan langsung ke dalam birokrasi pemerintahan. Aleandra Bonita Khansa Werat, mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, mengaku mendapatkan perspektif baru selama bertugas. Ia mempelajari dinamika tata kelola pemerintahan, termasuk proses penyelarasan regulasi dan perundang-undangan khusus untuk pembangunan IKN.

“Untuk Ibu Kota Nusantara, semoga pembangunan ini bisa cepat selesai, agar bisa cepat merata juga ke seluruh Kalimantan,” kata Aleandra.

Universitas Peserta dan Sebaran Disiplin Ilmu

Para mahasiswa yang terlibat merupakan representasi dari tujuh universitas ternama di Pulau Borneo. Mereka berasal dari Universitas Kutai Kartanegara, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Universitas Borneo Tarakan, serta Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Latar belakang keilmuan para peserta membentang dari teknik, hukum, hingga ekonomi dan sosial. Mereka dipilih secara ketat untuk membaur sesuai bidang masing-masing di unit kerja yang menangani sarana dan prasarana dasar hingga investasi.

Pesan Dosen: Karakter dan Etos Kerja Lebih Penting dari IPK

Anang Sulistyo, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Borneo Tarakan sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menilai pengalaman langsung di birokrasi memberikan pelajaran yang tidak ditemukan di ruang kelas. Ia menyebut etos kerja menjadi pembeda utama bagi mahasiswa ketika nanti memasuki dunia profesional.

“Dari sini mahasiswa belajar bagaimana dunia kerja, termasuk etos dan tanggung jawab. Dari sekian banyak, yang akan terpilih nantinya adalah orang-orang yang memiliki karakter dan etos yang mumpuni, bukan hanya dari segi IPK saja,” ungkap Anang.

Penarikan ini menandai tuntasnya kiprah para mahasiswa yang telah berjibaku di jantung pembangunan ibu kota baru sejak pertengahan Juli. Otorita IKN diharapkan terus membuka ruang kolaborasi serupa dengan perguruan tinggi untuk menjaring talenta muda di masa mendatang.

Follow www.kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks