PALANGKA RAYA — Sebanyak 107 titik panas terpantau di Kalimantan Tengah per 30 Juli 2026, memaksa pemerintah daerah mempercepat langkah antisipasi sebelum puncak kekeringan tiba. Data pemantauan cuaca dan iklim menunjukkan Pulang Pisau menjadi wilayah paling rawan dengan 62 hotspot, sementara ibu kota provinsi menyusul dengan 15 titik.
Meski citra satelit belum menunjukkan sebaran asap, kondisi lahan yang kian kering dan prakiraan cuaca cerah berawan dengan potensi hujan rendah pada awal Agustus meningkatkan risiko kebakaran meluas. Pemerintah pun memilih memanfaatkan sisa hujan di penghujung Juli sebagai jeda untuk mematangkan operasional di lapangan.
Water Break Dimanfaatkan untuk Perkuat Satgas
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa hujan yang masih turun saat ini bukan sekadar penunda musim kering, melainkan momentum emas bagi jajaran Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Ia meminta seluruh unsur bergerak menyiapkan peralatan, logistik, dan personel sebelum Agustus tiba.
"Hujan yang turun saat ini merupakan water break atau jeda yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperkuat kesiapsiagaan Satgas. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, bahkan dapat berlanjut sampai November," ujarnya di Palangka Raya, Jumat (31/7/2026).
Bupati dan Wali Kota Diminta Segera Tetapkan Status Siaga
Instruksi tegas pun diterbitkan untuk seluruh kepala daerah di Kalteng. Agustiar meminta setiap bupati dan wali kota tidak menunda penetapan status siaga sesuai tingkat kerawanan wilayah masing-masing, sekaligus memastikan anggaran operasional pemadaman tersedia sejak dini.
"Saya meminta bupati dan wali kota bergerak cepat. Jangan ragu menetapkan Status Siaga Darurat dan segera menggeser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) ke perangkat daerah terkait untuk mendukung operasional pemadaman, kebutuhan bahan bakar, hingga konsumsi personel," imbuhnya.
Setiap keputusan, lanjut dia, harus diambil cepat melalui koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan tetap mengedepankan akuntabilitas dan kepatuhan pada regulasi.
Kunjungan Menkopolhukam dan Koordinasi dengan BNPB
Pengetatan kesiapsiagaan ini bertepatan dengan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, di Palangka Raya. Ia memantau langsung kondisi karhutla di Posko Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, untuk memperkuat koordinasi pusat-daerah menghadapi potensi kebakaran.
Sehari sebelumnya, Pemprov Kalteng bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur. Forum itu mengevaluasi kondisi terkini dan merumuskan strategi penanganan yang lebih adaptif terhadap pola cuaca tahun ini.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Kepala BNPB RI Suharyanto, Wakil Gubernur Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.