Pencarian

Camat Mentawa Baru Ketapang Sebut 47 Siswa Diberangkatkan ke Sekolah Rakyat, Orang Tua Masih Berat Lepas Anak SD ke Asrama

Jumat, 31 Juli 2026 • 21:24:31 WIB
Camat Mentawa Baru Ketapang Sebut 47 Siswa Diberangkatkan ke Sekolah Rakyat, Orang Tua Masih Berat Lepas Anak SD ke Asrama
calon siswa dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengikuti Pra-MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur.

SAMPIT — Sebanyak 47 calon siswa dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang resmi mengikuti Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur (Kotim). Mereka tersebar di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk tahun ajaran 2026/2027.

Irpansyah menyebut, pendampingan dilakukan sejak awal proses seleksi. Pendataan berdasarkan kategori desil, verifikasi administrasi, hingga skrining kesehatan di puskesmas menjadi rangkaian yang didampingi langsung oleh pemerintah kecamatan.

"Kami mendampingi sejak pendataan berdasarkan desil, proses verifikasi data, skrining kesehatan di puskesmas, hingga mengantar mereka mengikuti Pra-MPLS di Sekolah Rakyat," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Orang Tua Murid SD Masih Ragu dengan Sistem Asrama

Meski target terpenuhi, proses penjaringan tidak berjalan mulus. Kendala terbesar justru terjadi pada jenjang SD. Banyak orang tua yang enggan melepas anaknya yang masih berusia enam hingga tujuh tahun untuk tinggal di asrama.

"Untuk tingkat SD memang kami cukup kesulitan mencari siswa. Orang tua masih enggan melepas anaknya yang baru berusia enam atau tujuh tahun untuk tinggal di asrama," kata Irpansyah.

Kekhawatiran itu menjadi catatan tersendiri bagi panitia. Pasalnya, sistem pendidikan di Sekolah Rakyat mengharuskan siswa tinggal di asrama, berbeda dengan sekolah reguler yang pulang-pergi setiap hari.

Antusiasme Justru Tinggi di Jenjang SMP dan SMA

Kondisi berbanding terbalik dengan jenjang SMP dan SMA. Jumlah pendaftar SMP dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang bahkan sempat melebihi kuota yang tersedia. Panitia terpaksa melakukan seleksi tambahan untuk menyaring calon siswa.

"Untuk SMP kuotanya malah melebihi, sehingga kami meminta panitia melakukan seleksi. Sedangkan untuk SMA antusias masyarakat juga sangat tinggi dan kuotanya terpenuhi," jelas Irpansyah.

Tingginya minat masyarakat tidak lepas dari manfaat program Sekolah Rakyat yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dinilai meringankan beban ekonomi orang tua, terutama bagi mereka yang memiliki anak di jenjang SMA.

"Orang tua, terutama yang anaknya masuk SMA, sangat antusias. Mereka banyak menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena program Sekolah Rakyat sangat membantu kondisi ekonomi keluarga dalam menyekolahkan anak," katanya.

47 Siswa Berasal dari Lima Kelurahan dan Enam Desa

Seluruh siswa yang diberangkatkan berasal dari lima kelurahan dan enam desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Proses pendampingan yang dilakukan pemerintah kecamatan bertujuan memastikan tidak ada calon siswa yang terkendala administrasi maupun kesehatan saat mengikuti seleksi.

Irpansyah menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan siswa asal kecamatannya selama mengikuti Pra-MPLS dan proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Hal ini untuk memastikan para siswa beradaptasi dengan baik di lingkungan asrama yang baru bagi mereka.

Follow www.kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tintaborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks