SAMPIT — Proses transisi menuju kampus permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur dipastikan tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menegaskan pemindahan siswa akan dilakukan secara bertahap demi menjaga kenyamanan para peserta didik.
Kebijakan ini diambil mengingat saat ini sebagian aktivitas pembelajaran masih memanfaatkan gedung sementara di kawasan Islamic Center. Dengan adanya kepastian lokasi baru di Wengga Metropolitan, orang tua dan siswa kini memiliki gambaran jelas mengenai masa depan sekolah tersebut.
Lokasi Baru dan Skema Pemindahan Bertahap
Kampus permanen yang tengah dibangun di kawasan Wengga Metropolitan dirancang untuk menggantikan fungsi gedung sementara. Halikinnor menyebut pemindahan dilakukan secara bertahap agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.
“Pemindahan dilakukan secara bertahap agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik tanpa mengganggu kenyamanan peserta didik,” ujar Halikinnor di Sampit.
Fokus pada Penyempurnaan Fasilitas Sebelum Huni
Pemkab Kotawaringin Timur tidak terburu-buru memindahkan seluruh siswa sebelum memastikan seluruh fasilitas penunjang di kampus baru benar-benar siap. Hal ini untuk menghindari hambatan operasional yang kerap terjadi saat perpindahan sekolah dalam skala besar.
Kesiapan sarana dan prasarana menjadi prioritas utama sebelum seluruh peserta didik menempati gedung baru. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang layak dan aman bagi anak-anak di Kotawaringin Timur.
Dampak bagi Warga dan Calon Peserta Didik
Kepastian lokasi kampus permanen ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya orang tua yang tengah mempertimbangkan menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat. Dengan adanya kampus tetap, citra dan kredibilitas sekolah diharapkan semakin meningkat.
Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan merata. Setelah pembangunan rampung, seluruh aktivitas belajar mengajar akan terpusat di Wengga Metropolitan, meninggalkan gedung sementara di Islamic Center.