Pencarian

DPRD Kalteng Dorong Petani Manfaatkan Lahan Gambut untuk Karet, Dinilai Lebih Realistis Dibanding Sawit

Jumat, 07 Agustus 2026 • 16:50:31 WIB
DPRD Kalteng Dorong Petani Manfaatkan Lahan Gambut untuk Karet, Dinilai Lebih Realistis Dibanding Sawit
Petani di Kalimantan Tengah didorong memanfaatkan lahan gambut untuk komoditas karet guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

PALANGKA RAYA — Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah Sutik mendorong pemilik lahan untuk menanam komoditas seperti karet di area gambut. Hal ini dinilai sebagai cara efektif menekan risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda provinsi tersebut setiap musim kemarau.

Menurut Sutik, lahan yang dikelola dan ditanami akan lebih terawat, sehingga peluang munculnya titik api bisa ditekan. Pemilik lahan juga dinilai akan lebih aktif menjaga arealnya agar tidak terdampak kebakaran.

Mengapa Sawit Bukan Pilihan di Lahan Gambut?

Politisi itu mengakui bahwa membuka perkebunan sawit di lahan gambut bukanlah langkah yang mudah. Regulasi pemerintah melarang perluasan sawit di kawasan tersebut, sehingga pengembangan komoditas lain yang sesuai karakteristik tanah menjadi alternatif utama.

"Yang utama, kalau bisa masyarakat kompak. Lahan itu ditanami apa saja supaya bisa mengurangi kebakaran. Kalau untuk perusahaan sawit kelihatannya susah karena kawasan gambut memang tidak diizinkan pemerintah. Mungkin bisa ditanami karet atau tanaman lain oleh masyarakat," katanya di Palangka Raya, Jumat.

Kawasan Parenggean Jadi Contoh Keberhasilan

Sutik mencontohkan kawasan Parenggean di Kabupaten Kotawaringin Timur yang dinilai memiliki risiko kebakaran lebih rendah. Lahan di sana dikelola secara aktif oleh masyarakat maupun perusahaan, sehingga pengawasan terhadap potensi api berjalan lebih optimal.

"Kalau seperti di Parenggean yang ada kebun sawit, pemiliknya ikut menjaga. Kalau muncul api, mereka bergotong royong memadamkan supaya tidak merembet ke kebunnya. Itu yang membuat risiko kebakaran bisa berkurang," ujarnya.

Pemadaman Lewat Udara Masih Kesulitan Saat Kemarau

Sutik mengakui bahwa upaya pemadaman karhutla saat ini sudah maksimal, termasuk dengan bantuan lewat udara. Namun, saat musim kemarau seperti sekarang, penanganan kebakaran di lahan gambut menjadi jauh lebih sulit karena api mudah menyebar di tanah yang kering.

"Saya melihat sendiri saat melintas di lokasi, petugas pemadam sudah bekerja maksimal bahkan dibantu pemadaman melalui udara. Namun pada musim kemarau seperti sekarang, penanganannya memang menjadi jauh lebih sulit," ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui pengelolaan lahan gambut bukan pekerjaan mudah. Selain membutuhkan keterlibatan masyarakat, karakteristik gambut yang mudah terbakar hingga ke lapisan bawah tanah menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaannya.

Follow www.kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks